Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Distribusi Pupuk Bersubsidi Salah Sasaran

LUWURAYA.NET- Tim terpadu Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Luwu Timur, yang terdiri dari komisi pengawasan dan pengendalian pupuk bersubsidi menemukan pelanggaran terhadap distribusi (penyaluran) pupuk bersubsidi yang tidak sesuai aturan.
Berdasarkan pengaduan masyarakat di Desa Lakawali, Kecamatan Malili dan Desa Margolembo, Mangkutana, sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) mengeluhkan kelangkaan pupuk di tingkat pengecer resmi. Padahal, distribusinya selama ini berjalan lancar.
Setelah dilakukan sidak di Kecamatan Mangkutana, pada Senin (20/2) lalu, tim pengawasan pupuk bersubsidi menyimpulkan telah terjadi pelanggaran distribusi alokasi wilayah yang telah ditetapkan berdasarkan wilayah dan tempat terbitnya RDKK petani.
“Hasil identifikasi tim pengawasan menemukan pelanggaran yang dilakukan PT Mega Eltra sebagai salah satu distributor menyerahkan tanggung jawab kepada pengecer guna pengambilan langsung pupuk di gudang Kabupaten. Hal ini melanggar peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 17/M-DAG/ PER/ 6/ 2011 pasal 10 tentang kewajiban distributor terhadap jaminan dan tanggung jawab kelancaran pupuk bersubsidi yang harus tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu dan mutu di wilayahnya,” tutur Kadis Koperindag Lutim, Firnandus Alie, kepada Upeks, Rabu (22/ 2) kemarin.
Tim pengawasan pupuk bersubsidi juga menenemukan pelanggaran di tingkat pengecer. Salah satunya adalah pengecer toko Yusril di Desa Lakawali Malili melakukan pelanggaran penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak sesuai dengan cakupan wilayah penyalurannya. Dicontohkan Firnandus, wilayah penyaluran pupuk oleh pengecer Toko Yusril harusnya untuk RDKK Lakawali namun pada kenyataannya pupuk bersubsidi justru diperjualbelikan ke oknum anggota polisi di kecamatan lainnya yang tidak sesuai peruntukannya.
“Sebagai pengecer Toko Yusril telah melakukan pelanggaran karena menjual pupuk bersubsidi sebanyak 46 zak kepada pihak lain yang tidak memiliki izin melakukan jualbeli pupuk bersubsidi kepada petani yang bukan peruntukannya,” jelasnya.
Akibat dari pelanggaran ini, tim pengawasan pupuk bersubsidi menyimpulkan terjadi kelangkaan pupuk di wilayah Lakawali kecamatan Malili serta rentan menimbulkan kekacauan administrasi dan system penyaluran pupuk bersubsidi.
Menindaklanjuti temuan ini, Dinas Koperindag Luwu Timur merekomendasikan memberikan sanksi kepada distributor dan pengecer serta pihak lain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami juga mewajibkan kepada distributor dan pengecer serta pihak lain untuk menarik pupuk bersubsidi yang tersalur dan mengembalikan ke wilayah sesuai peruntukannya. Selai itu, sanksi administrasi kepada pengecer Toko Yusril yang tidak memiliki izin yang berlaku (izin sudah kadaluarsa dan tidak akan diperpanjang lagi),” kunci Firnandus.
Sementara itu, terkait adanya dugaan keterlibatan oknum anggota polisi yang terlibat memperjualbelikan pupuk bersubsidi, Kapolres Luwu Timur, AKBP Andi Firman, berjanji akan menindak tegas oknum yang bersangkutan. “Saya tidak akan mentolerir adanya oknum anggota polisi yang diduga kuat terlibat memperjualbelikan pupuk bersubsidi. Jika benar itu terjadi, maka oknum yang bersangkutan pasti akan ditindak tegas,” janji Firman.(upek)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>