Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

PKS Kesampingkan Ideologi

LUWURAUA.NET- Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar September mendatang bakal berlangsung ketat dan menarik. Apalagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diam-diam mulai mempertimbangkan untuk berkoalisi dengan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra.

“Ada kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah yang ada. Lalu mereka punya persepsi tokoh yang menghasilkan perubahan,” tandas Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq.

Realitas ini memang membalikan ramalan kecenderungan koalisi di putaran kedua Pilkada Jakarta. Sebelumnya diperkirakan PKS akan lebih condong memilih berkoalisi dengan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli-Foke Nara yang didukung Partai Demokrat. Rupanya, para petinggi di PKS mulai menangkap pragmatisme pemilih dan keinginan perubahan dalam masyarakat seperti yang tergambar dalam peroleh suara masing-masing kandidat di putaran pertama.

Mahfudz menjelaskan, koalisi PKS pada putaran kedua tidak berdasar pada pertimbangan ideologis. Menurutnya, tidak akan signifikan hasilnya jika pertimbangan ideologis menjadi latar belakang parpol untuk berkoalisi dalam kontestasi pilgub.

“Jokowi diuntungkan karena dia punya catatan-catatan prestasi selama jadi wali kota. Karena itu, dia jadi alternatif,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pilkada DKI Jakarta dilangsungkan pada 11 Juli dan diikuti enam pasangan calon. Jumlah DPT pada Pilkada itu sebanyak 6.962.348 orang dengan TPS sebanyak 15.059 orang yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei, pasangan tersebut hanya meraih 4,37 persen atau urutan kelima.

Sementara urutan pertama diraih Joko Widodo-Basuki Tjahaja yang memperoleh 43,04 persen suara, kemudian disusul urutan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan 34,17 persen suara.

Urutan ketiga diduduki pasangan Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini dengan 11,77 persen suara, urutan keempat Faisal Basri-Biem Benjamin (4,83 persen), dan paling bontot ditempati Hendardji Soepandji-Riza Patria dengan 1,82 persen.

Diperkirakan rekapitulasi perhitungan suara KPU tidak akan jauh berbeda dengan perhitungan cepat lembaga-lembaga survei.Sehingga Pilkada DKI Jakarta harus berlangsung dua putaran. KPU Jakarta sendiri memang baru akan melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pada 20 Juli. Menurut jadwal pilkada putaran kedua dilangsungkan 20 September.(amr/kpu/pol/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>