Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Upaya Konservasi Danau Matano

Danau Matano (foto :luwutimurkab.go.id)

luwurayanet- Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, bekerja sama dengan sejumlah komunitas diving terus memacu pengembangan Danau Matano. Salah satu cara yang dilakukan dengan menggelar lomba mancing secara kontinyu.

Minggu, 7 Oktober, misalnya, sekitar 31 peserta yang terdiri atas 18 tim komunitas pemancing dan penembak ikan mengikuti perlombaan menangkap ikan di salah satu danau terdalam di dunia itu. Kegiatan yang diselenggarakan PT Bahana Selaras Alam (BSA) itu merupakan agenda rutin dengan kerja sama Sorowako Diving Club dan Komunitas Penembak Boat Gelar BSA Cup 2012.

Sakin tingginya animo masyarakat, para komunitas pemancing dan penembak ikan yang mengikuti perlombaan dibagi menjadi dua tim yaitu tim pemancing dan tim penembak ikan. Satu tim terdiri atas tiga orang. Sedangkan event memancing dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 09.45 Wita, Minggu.

Ketua panitia dari (SDA), Takdim mengatakan, untuk juara pertama panitia menyuguhkan hadiah berupa uang pembinaan senilai Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta dan masing-masing juara ketiga mendapatakan Rp1,5 juta.

“Kegiatan lomba menangkap ikan ini dilakukan untuk mensosialisasikan perlunya melestarikan biota-biota danau dan melindungi ekosistem khususnya ikan-ikan asli Danau Matano,” tutur Takdim.

Selain itu, sebut dia, juga sangat diharapkan mampu mendorong komunitas pemancing dan penembak ikan dengan harapan dapat memberikan informasi terkait pelestarian danau matano yang luas kepada masyarakat.
Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Zakaria menambahkan bahwa peran semua pihak dalam menjaga kelestarian keanekaragaman biota aquatik endemik yang ada di Danau Matano memang perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak. Sebab, dalam perkembangannya kini mulai terlihat beberapa ancaman yang cukup mengkhawatirkan dalam upaya mengkonservasi danau sesuai habitat aslinya.

“Memerlukan strategi dan kebijakan antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan berbagai pihak utamanya masyarakat di sekitar kompleks danau sebagai pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam melindungi ikan-ikan asli penghuni serta ekosistem yang ada di dalamnya. Kebijakan yang diperlukan adalah penataan atau rencana zonasi kawasan sekitar danau yang dapat menunjang upaya pemanfaatan yang berkelanjutan,” harap Zakaria.

Pentingnya penyelamatan ekosistem danau, tambah Zakaria, maka upaya yang perlu dilakukan antara lain, pertama melakukan sosialisasi dan imbauan pentingnya konservasi dan pelestarian serta perlindungan terhadap sumberdaya ekosistem danau, kedua, upaya perlindungan terhadap spesies ikan endemik dan menjaga danau dari limbah-limbah atau polutan yang membahayakan ekosistem danau. Ketiga melakukan upaya penangkapan dan pembersihan ikan introduksi yang bersifat pesaing dan predator bagi ikan asli danau, dan keempat, melakukan kajian dinamika populasi ikan endemik danau untuk pengembangan budidaya dan reproduksinya.

”Kegiatan seperti ini hendaknya tersosialisasi dengan baik dan menjadi contoh bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan danau tetapi juga bagi seluruh lapisan khususnya masyarakat di Luwu Timur, akan pentingnya untuk menjaga ekosistem perairan maupun flora dan fauna yang hidup di dalam kawasan ekosistem danau,” tandasnya. (fajar/hdy/ars)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>