Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Amin Rais Seperti Politisi Indonesia Pada Umumnya, Hari Ini Lain Esok Lain

aminluwurayanet-Awalnya mencibir, kini mulai mendukung. Itulah yang dilakukan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Pada Pilgub DKI, mantan Ketua MPR ini memilih Fauzi Bowo (Foke) ketimbang Jokowi. Alasannya, Jokowi bukan sosok yang tepat memimpin Jakarta. Sekarang, Amien menilai Jokowi cocok berduet dengan Hatta Rajasa maju capres.

Saat Pilgub DKI 2012, Amien Rais menyerang Jokowi habis-habisan. Amien Rais berdiri dikubu rival Jokowi yaitu Fauzi Bowo atau Foke. Hal itu dikarenakan partai yang didirikannya, Partai Amanat Nasional(PAN) memilih mendukung jagoan Demokrat itu.

Demi Foke, Amien berani mengeluarkan statemen yang menyakitkan kubu Jokowi. Padahal Amien Rais dan Jokowi sama-sama berasal dari Solo. Bukannya mendapat simpati publik, ucapan tokoh reformasi itu malahan menuai cibiran masyarakat. Mereka ramai-ramai membully sang tokoh.

Diantara ucapan Amien saat itu ialah:

PERNYATAAN SEBELUM PILGUB

1. “Predikat walikota terbaik untuk Jokowi itu menyesatkan”

2. “Selama periode Jokowi angka kemiskinan meningkat. Masih banyak wilayah kumuh di Kota Solo seperti di wilayah Nusukan”.

PERNYATAAN SESUDAH PILGUB :

“Kemenangan Jokowi-Ahok itu ancaman demokrasi. Dibelakang Ahok itu berdiri pebisnis-pebisnis kuat. Saya terus terang khawatir dengan perkawinan politik dan bisnis akan menyebabkan kehancuran demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat”.

Setelah 8 bulan masa pemerintahan Jokowi-Ahok, simaklah pernyataan Amien berikut: “Kita membayangkan duet Prabowo-Hatta atau Jokowi-Hatta atau juga sebaliknya”.

Dari pernyataan Amien Rais yang terakhir dapat disimpulkan bahwa Amien mendukung pencapresan Jokowi. Dukungan berarti pengakuan kualitas.

Bagaimana mau mendukung jika tidak mengakui kualitas. Selama 8 bulan ini Jokowi telah membuktikan kualitasnya. Rakyat menyaksikan itu. Para tokoh nasional juga menyaksikan kualitas Jokowi. Tak terkecuali Amien Rais.

8 bulan sepak terjang Jokowi-Ahok telah mampu menepis kekhawatiran Amien Rais yang terdahulu.

Mereka terbukti susah dikendalikan pengusaha besar. Mereka juga terbukti mati-matian membela kepentingan rakyat kecil.

Duet Jokowi – Rizal Ramli

Wajah-wajah lama yang akan tampil di Pilpres 2014 diprediksi tidak akan melahirkan perubahan berarti bagi bangsa ini. Setumpuk masalah yang mendera bangsa ini sebagai warisan pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) di antaranya masalah hutang luar negeri yang membengkak hingga lebih dari Rp 2.000 triliun, jelas membutuhkan sosok yang benar-benar mumpuni untuk bisa mengatasinya. Untuk itu, diperlukan capres lain atau capres alternatif yang mampu membawa perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Mayoritas partai masih mengusung muka-muka lama. Padahal kita jelas membutuhkan tokoh baru yang mampu membawa perubahan nyata, ” Sekjen Forum Komunikasi Advokad Nusantara (Forkantara) Taufan Hunneman, Kamis (18/7/2013).

Dia pun menilai ada dua sosok capres alternatif yang mampu memimpin negeri ini. Dua sosok ideal tersebut adalah Gubernur DKI Jokowi dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli (RR).

“Jokowi (berhasil di Solo) dan Rizal Ramli (mantan menko perekonomian), semua tahu rekam jejaknya ,” ujarnya

Menurutnya, keduanya bisa saling mengisi dengan kemampuan masing-masing. Jokowi dengan latar kepemimpinan yang polos, jujur dan berintegritas dan RR yang tak diragukan lagi rekam jejaknya dalam bidang ekonomi nasional.

Soal Hatta

Akhirnya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) inipun mulai berpikir untuk mendukung duet Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa ketika ditanyakan pasangan calon yang akan diusung PAN dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014. Pasalnya, rekan-rekannya yang menjadi dosen Universitas Gadjah Mada memberi masukan agar Hatta lebih baik menjadi calon wakil presiden saja dan berpasangan dengan Jokowi.

“Jokowi dengan Pak Hatta. Karena pertimbangannya apa? Jokowi-Hatta Rajasa, itu kan mirip-mirip dengan Bung Karno dengan Hatta,” kata Amien di sela buka puasa bersama di Kediaman Hatta, Jakarta, Rabu (17/7/2013), mengutip masukan yang diterimanya.

Tanpa mendeskripsikan kelebihan Jokowi, Amien mengatakan sosok Hatta Rajasa yang dinilai unggul dalam bidang perekonomian mirip dengan kelebihan Bung Hatta dalam hal-hal berbau administrasi.

“Bung Karno pemersatu bangsa, solidarity maker. Sementara Bung Hatta menekuni administrasi, problem solver. Jadi, kalau melihat Pak Hatta, memang orang yang kuat memahami masalah-masalah ekonomi setelah sekian lama berkecimpung di pemerintahan,” tutur Amien kemudian.

Hanya, Amien tak menutup kemungkinan mengenai partner Hatta lainnya. Selain dengan Jokowi, kata tokoh senior PAN itu, berdasarkan masukan lain, Hatta bisa mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo atau juga didampingi oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD atau Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Bisa saja Hatta-Mahfud, bisa saja Hatta-Dahlan Iskan. Saya tidak akan pernah bisa ini (menjawabnya) karena saya tidak mau berandai-andai dalam arti perubahan-perubahan bisa saja berbelok. Saya cuma kata orang banyak itu,” papar Amien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>