Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Anas Sebut Peran Sylvia Soleha (Bu Pur) Sentral dalam Skandal Hambalang, Tapi Sangsi Penyidik KPK Berani Menanyakan Itu.

luwurayanet-Peran Ibu Sylvia Soleha alias Bu Pur disebut cukup sentral dalam mega proyek Hambalang senilai Rp2,5 triliun. Hal ini diungkap oleh Anas Urbaningrum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan memeriksa kembali Sylvia Sholeha yang akrab dipanggil Bu Pur terkait kasus Hambalang.Bu Pur ini adalah Bunda Putri yang telah kabur keluar negeri menurut versi Rizal Ramli.

Peran Ibu disebut cukup sentral dalam mega proyek senilai Rp2,5 triliun itu. Hal ini diungkap oleh Anas Urbaningrum.

Ia bahkan menyatakan berani mengungkap peran Ibu Pur di Hambalang jika dirinya memang ditanyakan oleh penyidik KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, bagi KPK tidak ada halangan untuk memanggil kembali Bu Pur. Asalkan, itu dibutuhkan oleh penyidik.

Bu Pur merupakan istri Purnomo D Rahardjo, yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga Cikeas.

“Jika memang keterangannya dibutuhkan, maka akan dipanggil lagi,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Jumat (8/11/2013).

Bu Pur sebelumnya telah pernah dipanggil KPK sebagai saksi untuk mega proyek Hambalang, yaitu dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana Hambalang.

Anas mengatakan, jika penyidik bertanya soal peran Bu Pur, dia siap beberkan. Tapi dia sangsi penyidik KPK berani menanyakan itu.

“Penyidik berani bertanya soal itu tidak. Kalau ditanya saya akan sampaikan. Saya menduga penyidik akan menghindari pertanyaan itu, karena saya yakin penyidik tidak berani,” cetus Anas.

Pengacara bekas Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Wafid Muharram, M Arif Sulaiman mempertanyakan dakwaan KPK atas Deddy Kusdinar yang tidak mencantumkan sejumlah pihak seperti Bu Pur dan Ibas Yudhoyono. Bu Pur bernama asli Sylvia Sholeha. Bu Pur merupakan istri Purnomo D Rahardjo, yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga Cikeas.

Arif Sulaiman memepertanyakan KPK yang tidak menjadikan hasil audit jilid II BPK terkait Hambalang sebagai pintu masuk untuk mengungkap rentetan hukum dalam kasus Hambalang.

“Seperti Bu Pur yang dalam audit BPK sudah muncul. Saya herankan mengapa KPK tidak mengejar orang-orang tersebut,” kata Arif kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Lebih lanjut Arif mengatakan dalam audit jilid II BPK terkait Hambalang banyak menyebut nama baru. Namun tidak muncul dalam dakwaan Deddy Kusdinar.

Harusnya, kata Arif, KPK mengejar nama-nama seperti Bu Pur, Ibas Yudhoyono, pihak Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak lainnya.

“Tapi saya yakin KPK cukup paham dalam melakukan penyidikan untuk mengusut petinggi lain dalam kasus Hambalang seperti pihak Kemenkeu, Pekerjaan Umum atau mungkin orang-orang yang dekat dengan lingkaran Istana,” urai Arif.

[gus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>