Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

1.000 Titik untuk Sebuah Rekor MURI

lukman3luwurayanet- Gerakan tanam serempak 1.000 titik yang dilaksanakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi dalam rangka memperingati HUT ke-347 Provinsi Sulawesi Selatan sukses dihelat pada 27 September kemarin di Kabupaten Luwu Utara. Pelaksanaan gerakan tanam serempak ini akan dicatat ke dalam sebuah rekor MURI.

Khusus Kabupaten Luwu Utara dilaksanakan di 36 titik yang tersebar di lima Kecamatan dan 24 Desa dengan dua jenis komoditas, yaitu padi dan jagung dengan Desa Sidomukti Kecamatan Bone-Bone sebagai pusat gerakan tanam serempak. Gerakan tanam serempak dipimpin langsung Bupati Luwu Utara beserta pejabat dan unsur Muspida lainnya, seperti Kajari Masamba, Ketua Pengadilan Negeri Masamba dan beberapa perwakilan dari Polres dan TNI.

Bupati Indah Putri Indriani yang pagi itu mengenakan kacamata dan sepatu both berwarna kuning nampak begitu menikmati ketika memimpin penanaman serempak tanaman padi di Desa Sidomukti dengan nomor register 0975. Pemandangan di pagi yang cerah tersebut nampak begitu indah ketika beberapa petani lainnya juga ikut dalam penanaman serempak di barisan belakang dan beberapa PPL juga melakukan hal yang sama.

Usai penanaman serempak, Kepala Dinas Pertanian Rusydi Rasyid kepada koran ini menyampaikan bahwa kegiatan penanaman serempak di Lutra melibatkan 36 kelompok tani dengan luas lahan secara keseluruhan 597 ha yang terdiri dari tanaman padi seluas 270 ha di Kecamatan Bone-Bone, Sukamaju dan Mappedeceng dan tanaman jagung seluas 327 ha di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat.

“Kita di Luwu Utara ada 36 titik. 19 titik kita yang lakukan sementara sisanya dilaksanakan provinsi, dalam hal ini IPOPT. Kita juga melibatkan 36 kelompok tani dengan luas lahan secara keseluruhan 597 hektar. 270 hektar padi dan 327 hektar jagung. Kalau untuk padi titik penanaman kami lakukan di Bone-Bone, Sukamaju dan Mappedeceng. Sementara untuk Jagung di Malangke dan Malangke Barat,” terang Rusydi.

Yang menarik dari gerakan penanaman serempak ini adalah ditempatkannya satu petugas di setiap titik guna melakukan monitoring, pemantauan, sekaligus mendokumentasikan dan mengirim tulisan melalui aplikasi whatsapp (WA) yang sudah disediakan admin Provinsi. Laporan tersebut, kata Rusydi, harus terkirim paling lambat jam 10.00.

“Pada setiap titik yang sudah kita tentukan itu ditempatkan satu orang petugas yang khusus memonitor, memantau, mendokumentasikan, sekaligus mengirim berita melalui WA ke admin Provinsi Sulsel yang telah disediakan. Foto dan laporan atau berita tersebut harus terkirim sebelum jam 10.00. Dan apa yang kita lakukan pagi ini adalah sebuah kegiatan yang tentunya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rusydi.

Sementara itu, Tim Upsus Pajale Provinsi, Dr. Ir. Syahrir, usai penanaman serentak mengatakan bahwa kegiatan penanaman serentak 1.000 titik yang dilakukan adalah bagian dari upaya pemerintah dalam memotivasi petani dalam melakukan penanaman serempak selain ada target-target tersirat seperti pemenuhan rekor MURI. “Ini bagian dari upaya kita dalam memotivasi petani untuk senantiasa melakukan penanaman serempak,” ujar Syahrir.

Dia juga tak lupa memuji komitmen Bupati dalam pembangunan pertanian di Luwu Utara. Menurut Syahrir, Bupati mempunyai perhatian khusus dalam pertanian tanaman pangan. Hal itu, kata Syahrir, bisa dilihat dari bahasa verbal yang ditunjukkan Bupati kala menghadiri acara tersebut. “Alhamdulillah, kita sukses di Luwu Utara. Ini tak lepas dari komitmen ibu Bupati dalam memajukan pertanian tanaman pangan. Tak usah jauh-jauh, kita bisa lihat sendiri dari bahasa verbal yang beliau tunjukkan tadi,” pungkas Syahrir dari Instalasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (IPOPT) Sulsel itu. (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *