Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Penyuluh Pertanian; Profesi Sejuta Julukan

lukman6luwuratanrt- Julukan atau gelar yang diberikan seseorang sehubungan dengan keistimewaan yang dimiliki, sejatinya menjadi suntikan vitamin guna meningkatkan kinerja kita di lapangan. Namun sebaliknya, julukan atau pujian yang diberikan terkadang bisa menjadi beban atau bahkan racun yang bisa melenakan yang membuat kita lupa betapa manusia itu dibekali kelemahan dan ketidaksempurnaan. Olehnya itu, jadilah manusia yang senantiasa merunduk tanpa membusung dada. Filosofi padi, semakin berisi semakin merunduk adalah bukti betapa manusia harus memiliki kerendahan hati.

Sudah tak terhitung berapa jumlah julukan yang disematkan di pundak Penyuluh Pertanian Indonesia. Saking banyaknya, tak satu pun manusia di muka bumi bisa mengetahui angka pastinya. Setiap saat selalu muncul julukan demi julukan yang terkadang membuai si empunya profesi. Momen demi momen, selalu lahir penyuluh dengan julukan yang baru. Namun, semua julukan “wah” itu akan hilang tak berbekas tatkala setitik noda menempel di baju korps penyuluh pertanian. Dari “ujung tombak”, dalam sekejap bisa berubah menjadi “sasaran tombak”.

Laskar Ketahanan Pangan. Julukan ini muncul seiring lahirnya kebijakan pemerintah dalam pencapaian misi swasembada pangan 2017 mendatang. Program UPSUS (Upaya Khusus) PAJALE (Padi Jagung dan Kedelai) yang juga menggandeng TNI-AD dalam upaya akselerasi pencapaian misi mulia tersebut turut pula menginspirasi seluruh pemegang kebijakan di republik ini untuk selalu memotivasi para penyuluh dengan berbagai julukan. Laskar adalah simbol semangat pantang menyerah, kegigihan, dan keberanian.

Dari laskar ketahanan pangan, lahirlah beberapa turunan dari julukan tersebut. Sebut saja Pejuang Pangan, Pejuang Pertanian dan Pahlawan Pangan. Kedahsyatan julukan tersebut acapkali membuat penyuluh seperti membawa beban berat di pundaknya. Namun, semua akan terasa ringan ketika penyuluh bekerja dengan ikhlas tanpa wajah memelas, karena mereka menyadari bahwa profesi mereka adalah profesi pengabdian yang mempunyai cita-cita etis kemasyarakatan. Adalah lumrah ketika menuntut kesejahteraan tetapi tak pantas juga kita “mengemis” merengek minta tambahan “uang jajan”.

Penyuluh adalah Penjual Teknologi, Guru Petani, Ujung Tombak Pertanian, Garda Terdepan, Penerang di Tempat Gelap, Pemberi Solusi, Mata dan Telinga Petani, bahkan mantan Kadis Pertanian Lutra, Muhammad Kasim Alwi, pernah mengatakan bahwa penyuluh itu seperti batalyon, diibaratkan prajurit tempur yang bediri di garda terdepan. “Penyuluh itu seperti batalyon, istilah batalyon di militer tugasnya sebagai prajurit tempur. Jadi, penyuluh itu sejatinya bukan di kantor, tetapi harus selalu berada di lapangan bersama petani.”

Ketua Umum DPP Perhiptani, Isran Noor, bahkan telah menahbiskan dirinya sampai mati menjadi penyuluh Pertanian. “Saya secara pribadi telah menobatkan diri sampai mati sebagai Penyuluh Pertanian.” Sebuah ungkapan kolosal bahwa profesi ini adalah profesi pengabdian tanpa batas. Tidak gampang merubah wujud sesuai julukan yang disematkan. Butuh proses dan kerja, tidak hanya kerja keras tetapi juga kerja cerdas. Kerja cerdas antara lain penyuluh harus cerdik, penyuluh harus banyak membaca dan menulis, penyuluh harus banyak belajar, penyuluh harus pandai membagi waktu, dan penyuluh harus selalu bersabar.

Soal kesabaran, ada statemen menarik Ir. Achyar, seorang peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulsel saat bertemu dengan ratusan penyuluh di Asrama Haji Sudiang pada 2015 lalu “Swasembada pangan terjadi pada 1984 karena PPL. Swasembada berkelanjutan juga karena PPL. Tapi kadangkala yang diberi ucapan terima kasih adalah Kadis Pertanian dan Bupati. Tapi sekali terjadi kegagalan, yang diomeli adalah PPL. Tapi apa kata PPL, “sabar ya Allah, ada Tuhan yang menilainya”. Jadi, memang PPL itu harus selalu sabar. Kalau tidak bisa sabar, jangan jadi PPL. Karena sifat PPL itu penyabar.” (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *