Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Pamer Kekuatan Militer, Jokowi Ingin Ulangi Sejarah Orla dan Orba ?

luwurayanet- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, dengan power yang dimilikinya terbukti Jokowi mampu mempersempit ruang gerak partai-partai oposisi, bahkan beberapa sudah menyatakan pindah untuk bergabung dengan pemerintah. Namun menghadapi rakyatnya sendiri Presiden terlihat panik hingga memamerkan kekuatan militer untuk menunjukan kekuatannya sebagai penguasa.

“Suara rakyat adalah suara tuhan, ini yang harus di ingat oleh Jokowi, karena ketika rakyat sudah berkehendak tidak ada kekuatan politik apapun yang bisa mencegah. Mengatasi permasalahan dengan menggalang kekuatan tandingan adalah keliru, seharusnya sebagai Presiden bisa lebih peka dalam menanggapi tuntutan rakyat”, tegas Jajat.

Menurut Jajat, pesan yang bisa diambil dari sikap Jokowi yang melakukan safari politik kepada alim ulama dan menampilkan kekuatan militer mencerminkan seolah Jokowi ingin pamer kekuatan. Sebaliknya, justru cara-cara seperti ini yang dapat memicu terjadinya perpecahan, karena rakyat akan terkotak-kotak dalam kubu tertentu.

“Jangan salahkan rakyat jika turun kejalan menuntut haknya, karena ini dijamin oleh konstitusi. Sebaliknya, sebagai pemimpin Jokowi harus paham apa yang menjadi kegundahan rakyat, dan sesegera mungkin diberikan solusi. Sejarah sudah mencatat, saat penguasa mempertontonkan kekuatan militer dan politik kepada rakyat yang menuntut keadilan, justru akan membuat basis perlawan rakyat semakin nyata dan besar, Jokowi harus ingat bagaimana lengsernya Bung Karno (Orde Lama) dan Pak Harto (Orde Baru) yang mencoba melawan kehendak rakyat dan akhirnya tumbang”, tutup Jajat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *