Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Panji Penyuluhan Pertanian Berkibar di Luwu Utara

lukman5luwurayanet- Penyuluh Pertanian patut bersyukur dan berbangga karena bendera penyuluhan pertanian selalu tegak berkibar di langit Luwu Utara. Di tiang tertinggi, panji itu selalu mengibarkan semangat pantang menyerah, bekerja tanpa keluh dan kesah. Begitu istimewanya sektor penyuluhan di Luwu Utara, pemerintah sampai perlu mengembalikan kegiatan penyuluhan di Dinas Ketahanan Pangan setingkat bidang. Padahal kalau mengacu pada Permentan dan aturan yang ada, sektor penyuluhan seharusnya berada pada tingkatan seksi, bukan bidang.

“Pada pembahasan OPD kemarin, khusus sektor penyuluhan, kita di Luwu Utara menempatkan sektor penyuluhan di tingkat bidang pada Dinas Ketahanan Pangan, bukan seksi pada Dinas Pertanian. Padahal kalau kita mengacu pada peraturan menteri seharusnya sektor penyuluhan berada di tingkat seksi. Ini artinya apa, bahwa pemerintah sangat peduli dan menganggap sektor penyuluhan adalah bagian terpenting dalam pembangunan,” terang Indah saat berbicara di hadapan para peserta Penyusuna Programa Tingkat Kabupaten, 17 November kemarin.

Indah mengatakan, dengan menempatkan sektor penyuluhan di tingkat bidang, maka pemerintah Luwu Utara membuktikan komitmennya untuk selalu menempatkan penyuluh pertanian di garda terdepan dalam pembangunan, khususnya pertanian. “Yang pertama saya tanda tangani adalah sektor penyuluhan. Ini artinya bahwa pemerintah sangat mengapresiasi keberadaan penyuluh, sekaligus memercayai penyuluh sebagai garda terdepan atau ujung tombak pemerintah dalam upaya peningkatan pembangunan pertanian,” ujar Indah.

Olehnya itu, lanjut Indah, penyuluh diharapkan menjalankan kepercayaan dan amanah yang sudah pemerintah berikan dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Olehnya itu saya berharap teman-teman penyuluh betul-betul menjalankan kepercayaan dan amanah ini dengan baik. Untuk itu saya minta laksanakan tugas dengan baik di mana pun kita ditempatkan. Yang paling penting adalah kita hargai amanah dan kepercayaan ini dengan bekerja lebih baik lagi,” imbuh Indah.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan, Armiady, sangat bersyukur dengan kembalinya para pejuang pangan yang dijuluki Ujung Tombak Pertanian ke pangkuan Dinas Ketahanan Pangan. “Alhamdulillah, kita di Lutra ini sektor penyuluhan pertanian berbentuk bidang dan itu ada di bawah naungan dinas ketahanan pangan, sehingga ini patut kita syukuri. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Luwu Utara karena kepedulian beliau terhadap kegiatan penyuluhan kita,” ujar Armiady.

Armiady mencoba melakukan flashback, kembali menggali sejarah penyuluhan pertanian di Indonesia. Dia menjelaskan, waktu zaman Belanda dulu, kegiatan penyuluhan sudah dikenal dibanding pertanian itu sendiri. Bahkan menurut sejarah, lanjut eks Kadis Pertanian ini, Dinas Penyuluhan lebih dulu dikenal ketimbang Dinas Pertanian. “Kalau kita belajar dari sejarah, waktu jaman Belanda dulu, yang ada itu Dinas Penyuluhan, belum ada Dinas Pertanian. Barulah kemudian muncul yang namanya Dinas Pertanian Rakyat, dan lalu muncul Dinas Pertanian Tanaman Pangan sampai sekarang ini,” jelas Armiady.

“Sehingga kalau kita menoleh ke belakang, sektor penyuluhan ini atau pertanian yang ada sekarang, memang berangkat dari sektor penyuluhan dulunya. Tapi itulah dinamika yang senantiasa terjadi, sehingga yang kita hadapi sekarang ini ya seperti ini, dengan berbagai regulasi yang muncul yang terkadang menimbulkan pro dan kontra sesuai kondisi faktual yang kita hadapi di lapangan,” pungkas Armiady yang memang dikenal sangat peduli dengan penyuluhan pertanian (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *