Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Penyuluh Pertanian Harus Inovatif

lukman11luwurayanet- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, meminta Penyuluh Pertanian di Kabupaten Luwu Utara untuk melakukan terobosan demi terobosan melalui inovasi-inovasi yang kreatif di lapangan dalam rangka mendukung tercapainya target dan misi pemerintah dalam peningkatan pembangunan di sektor pertanian.

“Saya butuh komitmen kita semua, utamanya para penyuluh, untuk melakukan terobosan-terobosan melalui inovasi yang kreatif di lapangan,” ujar Indah di hadapan ratusan peserta Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tingkat Kabupatan, di Aula Hotel Yuniar Masamba, Kamis (17/11).

“Hal ini bukan saja dalam rangka peningkatan kinerja penyuluh pertanian, tetapi ada upaya yang jauh lebih besar, yakni bagaimana mencapai target dan misi pemerintah dalam rangka peningkatan pembangunan di sektor pertanian,” ujar Indah di hadapan Penyuluh, Petani dan KTNA.

Menurut Indah, peluang penyuluh untuk menciptakan inovasi sangatlah besar. Hal itu disebabkan kerja seorang penyuluh yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat memberikan pencerahan secara langsung di lapangan, sehingga peluang terciptanya inovasi juga terbuka lebar. Sebab kata Indah, inovasi itu sering muncul dari pengalaman di lapangan.

“Banyak inovasi yang bisa kita temui di lapangan karena inovasi itu biasanya muncul dari pengalaman kita di lapangan, tentu dengan sentuhan teori yang sudah kita pelajari. Kata Albert Einstein, inovasi itu selalu muncul dalam keterbatasan. Nah, inovasi itu justru lahir dari segala keterbatasan. Jadi sekali lagi, penyuluh butuh sentuhan inovasi dan kreativitas, dan itu muncul dari lapangan,” terang Indah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Armiady, mengungkapkan, pada kegiatan penyusunan programa kali ini sedikit berbeda dengan programa tahun-tahun sebelumnya. Armiady mengatakan, penyusunan programa pada tahun sebelumnya dilakukan dengan melibatkan narasumber dari SKPD terkait dengan memaparkan apa yang menjadi program SKPD tersebut, kemudian dari BP3K mendengarkan.

Namun, pada penyusunan programa kali ini, lanjut Armiady, hal tersebut dirubah dengan menampilkan seluruh Kepala BP3K untuk melakukan presentasi di hadapan para narasumber untuk kemudian memaparkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar masing-masing BP3K di kecamatan dalam menunjang peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) petani.

“Kepada Bupati kami laporkan bahwa ada yang menarik kali ini, jika tahun-tahun sebelumnya narasumber hadir memaparkan program kegiatannya, tapi kali ini dari BP3K Kecamatan yang akan memaparkan apa yang menjadi kebutuhannya, sehingga yang tampil melakukan ekspose di hadapan narasumber adalah Kepala BP3K,” terang Armiady.
“Ini sengaja kami lakukan karena kita mau memadukan apa yang menjadi kebutuhan petani dan apa yang menjadi program pemerintah supaya konek. Jangan kemudian nanti, kita berikan ikan cakalang tapi kemudian yang menjadi kebutuhan petani di sana adalah ikan baronang,” pungkas Armiady beranalogi (Lukman Hamarong)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *