Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Amien Rais, Kenapa Terus Memprovokasi?

Vivus Vici

Vivus Vici

Membaca berita hari ini di salah satu media online membuat hati miris. Amien Rais, sebagaimana dikutip dari berita itu, mengatakan:

“Untuk itu segera menahan Ahok, sebab kasusnya sudah bukan lagi persoalan umat Islam dan berpotensi memecah-belah bangsa”

“Nasi belum jadi bubur, tangkap segera. Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?” “Bangsa ini tarung, pecah. NKRI juga bisa bubar” (https://www.merdeka.com/politik/amien-rais-sebut-indonesia-bisa-bubar-kalau-jokowi-tak-tahan-ahok.html)

Luar biasa.Ketika sebagian besar pihak sudah tenang dan menerima dengan ikhlas status tersangka Ahok (termasuk pihak pro-Ahok), Amien Rais masih terus membakar suasana. Di salah satu TV swasta, Ketua MUI KH Maruf Amin berkata

“Mungkin yang Anda maksud tidak ditahan, saya kira alasan yang dikemukakan pak Kapolri cukup masuk akal” (https://www.youtube.com/watch?v=BuVDd18feHs).

Begitu juga KH Arifin Ilham, pihak yang kemarin ikut demo, berkomentar “Terima kasih kepada Presiden Indonesia Bapak Jokowi, ayahanda Jokowi yang menegaskan tidak intervensi hukum. Allahu Akbar….Tidak ada aksi lagi. Kita nonton, melihat, menyaksikan” (http://news.detik.com/berita/3349046/kh-arifin-ilham-imbau-umat-islam-tidak-demo-pantau-proses-peradilan-ahok)

Ketika pihak lain sudah menebar pesan kesejukan, Amien Rais masih saja memprovokasi. Sebegitu bencinya kah Amien Rais pada Jokowi, sehingga menggunakan segala cara untuk merongrong Jokowi? Bahkan pilpres 2014 kemarin sampai menggunakan istilah “Perang Badar” untuk melawan Jokowi? Publik sangat mengerti, ribut-ribut yang diciptakan, apalagi setelah penetapan tersangka Ahok, tidak lain adalah untuk menggoyang Presiden Jokowi. Tapi syukurnya, dengan perkembangan informasi, masyarakat sudah mengerti bagaimana karakter Amien Rais ini. Lihat aja di komentar-komentar media online, rakyat malah membully pernyataannya.

Amien Rais yang katanya profesor, tapi bersikap brutal dengan menempatkan diri seperti orang awam yang tidak paham hukum. Dari salah satu situs hukum online, mudah diketahui bahwa seorang tersangka tidak harus ditahan, apalagi bila ia tidak memenuhi kriteria-kriteria tertentu:

“Pertama perlu diketahui tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa setiap tersangka pasti ditahan. Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHAP”) perintah penahanan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dilakukan dalam hal:
1. adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri,
2. adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan merusak atau menghilangkan barang bukti 3. adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan mengulangi tindak pidana.” (http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt525d60ce60bed/bisakah-tidak-dilakukan-penahanan-terhadap-tersangka)

Ahok jelas tidak memenuhi kriteria-kriteria itu, sehingga tidak ada keharusan ditahan. Amien Rais tidak paham hukum, atau pura-pura tidak ngerti hukum? Dan terakhir, ngomong-ngomong, Choel Mallarangeng sudah tersangka sejak Desember 2015 kemarin, tapi hingga hari ini tidak ditahan. Kenapa Amien Rais tidak mempermasalahkan ini?

Dasar manusia standar ganda.

Vivus Vici

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *