Widgetized Section

Go to Admin » Appearance » Widgets » and move Gabfire Widget: Social into that MastheadOverlay zone

Perang Opini, Jadi Senjata Handal Untuk Pembelaan

luwurayanet- Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, cara tidak biasa dalam penegakan hukum yang terjadi di era rezim Jokowi-JK menyebabkan perbedaan pendapat hingga terjadinya pengkotak-kotakan dimasyarakat. Pasalnya, beberapa lembaga yang biasanya dijadikan rujukan oleh para penegak hukum dalam menjalankan proses hukum, di era pemerintahan Jokowi-JK saat ini digradasi melalui perang opini.

“Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah dua lembaga yang menjadi korban pendiskreditkan melalui opini yang dibangun. Yang menarik dalam hal ini, pendiskreditan terhadap kedua lembaga tersebut terjadi ketika terlibat dalam penanganan dugaan kasus yang menjerat orang yang sama yaitu Basuki Tjahaja Purnama (ahok), padahal dalam berbagai kasus yang terjadi, rekomendasi dari kedua lembaga tersebut selalu dijadikan rujukan para penegak hukum”, tutur Jajat.

Menurut Jajat, di era yang serba cepat dan terbuka sekarang ini pengerahan opini untuk mendegradasi suatu lembaga tertentu pada saat ini merupakan trend baru. Dampak yang terjadi adalah tekanan yang begitu besar kepada aparat penegak hukum menjadikan pertimbangan politik lebih dikedepankan dibanding menjungjung tinggi penegakan hukum. Jika trend seperti ini terus berlanjut bukan tidak mungkin akan menciderai marwah dari hukum itu sendiri.

“Pengerahan opini secara membabi buta bukan hanya dimanfaatkan untuk menyerang lembaga tertentu, namun organ didalam lembaga tersebut juga dijadikan target, sehingga semakin menguatkan opini yang dibangun. Namun yang menarik adalah cara-cara seperti ini bukan hanya dilakukan sekelompok orang tertentu yang berkepentingan, nyatanya pengerahan opini juga kerap dipakai para penegak hukum dalam mendalami berbagai dugaan kasus dengan cara mengekspos ke publik, sehingga menimbulkan kesan seorang tersangka sudah di vonis bersalah sebelum masuk persidangan di pengadilan”, tutup Jajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *